Viral Penganiayaan Pelajar di SMK Yupentek 2 Tangerang, Berakhir Damai Secara Kekeluargaan

oleh -0 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Aksi penganiayaan seorang pelajar terhadap temannya di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang viral di media sosial.

Dari unggahan sebuah video berdurasi 12 detik nampak korban penganiayaan sudah tersungkur jatuh namun tetap saja masih di aniaya pelaku.

Kepala Unit Reskrim Polsek Curug AKP Nurbianto membenarkan adanya peristiwa itu yang dilakukan oleh siswa SMK 2 Yupentek.

Tindakan kekerasan yang dilakukan pelajar itu terjadi pada Kamis (12/10/2023) lalu di dalam sebuah ruang kelas saat jam belajar berlangsung.

“Dua-duanya sudah sekolah lagi, itu kejadian berkelahi antar anak-anak saja,” ujar Nurbianto, Jumat (13/10/2023).

Perkelahian tersebut bermula terjadi akibat dilatarbelakangi oleh perkataan-perkataan yang tidak diterima oleh salah satu korban hingga menimbulkan perkelahian.

“Siswa itu sama-sama luka keduanya, awal penyebabnya ini main kata-kataan, dibilang biasa aja jangan kaya perempuan, nah salah satu dari mereka ada yang tidak terima dan terjadi perkelahian,” ucapnya.

Nurbianto menyampaikan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada dua siswa baik korban maupun pelaku.

Sementara itu, Humas Polres Tangsel Iptu Wendi Afrianto mengungkap, korban telah mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk membuat laporan.

Wendi menuturkan, awal mula perkelahian itu karena ada saling ejek antara korban fan pelaku berinisial M dan AH. Dari ejekan tersebut salah datu dari mereka tidak terima hingga melakukan kekerasan fisik.

Atas peristiwa itu pihak korban di dampingi Unit Piket Reskrim Polsek Curug untuk menuju Polres Tangsel yang akan membuat laporan ke Unit PPA Polres Tangsel,” ungkap Wendi.

Kendati demikian, kata Wendi, setelah laporan tersebut diterima oleh Unit PPA Polres Tangerang Selatan, pihak korban justru berubah fikiran lantaran kekerasan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Setelah diterima oleh oleh Piket Unit PPA pihak korban menyampaikan ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” bebernya.

Lebih lanjut, Wendi menambahkan bahwa akhirnya masalah tersebut diselesaikan langsung di sekolah yang dihadirkan sejumlah pihak terkait.

“Sehingga pada hari Jumat tgl 13 Oktober 2023 bertempat di sekolah korban sekira jam 09.30 wib telah dilaksanakan mediasi yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, RT dan RW setempat, Kanit Reskrim Polsek Curug, Kanit Binmas Polsek Curug, Bhabinkamtibmas Polsek Curug, Babinsa Koramil Curug, kedua belah pihak beserta orang tuanya masing-masing,” pungkasnya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.