Upaya Ekspor Pil Ginseng Kandung BKO Senilai Rp 872 Juta Berhasil Digagalkan

oleh -1 Dilihat

 

Fokuspembaca.com, Tangerang – Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal obat tradisional Ginseng Kianpi senilai Rp 872.000.000.

Ginseng Kianpi itu akan diekspor dalam bentuk pil dan telah diamankan sebagai barang bukti oleh petugas saat Penindakan yang dilakukan pada 12 September 2023 di Tangerang, Banten.

Ginseng Kianpi yang diekspor ilegal ini mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan masuk dalam public warming Badan POM RI.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Soekarno Hatta, Zaky Firmansyah mengungkapkan, atas kegiatan surveillance yang dilakukan oleh unit pengawasan Bea Cukai Soekarno-Hatta diperoleh informasi adanya upaya yang mengindikasikan akan adanya kegiatan pengiriman barang dari dalam negeri ke Dubai berupa obat-obatan ilegal dalam jumlah besar.

Informasi tersebut kemudian didalami dengan pengawasan lebih lanjut oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta di area Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Dari penulusuran di lapangan, petugas Bea Cukai mendapati adanya pengajuan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) atas eksportir dengan inisial perusahaan PTNT yang diketahui baru pertama kali mengajukan kegiatan ekspor melalui Bea Cukai Soekarno-Hatta.

“Saat dilakukan pemeriksaan fisik barang, barang ekspor tersebut telah berada di Gudang Ekspor PT JAS, area Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Petugas mendapati barang sebanyak 60 karton yang masing-masing karton berisikan 288 botol obat. Total barang bukti yang ditemukan sebanyak 8.640 botol dengan berat 850 Kg,” jelas Zaky.

Adapun, pemeriksaan fisik itu melibatkan Badan POM RI untuk memastikan perizinan edar ataupun konsumsinya untuk diperdagangkan.

Dalam kemasan pil Ginseng Kianpi yang akan diekspor itu mengklaim bahwa barang tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, berat badan, daya tahan tubuh, dan kinerja otak.

Namun, dalam pemeriksaan lanjutan ternyata ditemukan indikasi bahwa pil Ginseng Kianpi itu mengandung BKO dan telah dilarang peredarannya oleh BPOM.

Barang bukti yang ditemukan kemudian dibatalkan eksportasinya sesuai ketentuan yang berlaku kemudian diserahterimakan pada Badan POM RI untuk dilakukan pengembangan lebihl anjut. (Iksan/Ivon)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *