Tak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Kebakaran 3 Pabrik di Kedaung Baru Tangerang 

oleh -6 Dilihat

 

Fokuspembaca.com, Kota Tangerang – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Maryono Hasan menyebut tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tiga pabrik di Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang pada Minggu (19/11/2023).

“Sampai saat ini laporan yang kami terima sampai saat ini tidak ada korban. Alhamdulillah memang sepertinya tidak ada korban jiwa,” ujar Maryono, Minggu malam.

Atas insiden kebakaran itu, pihak BPBD Kota Tangerang telah menerjunkan sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran.

Namun, para petugas damkar sempat mengalami kesulitan saat memadamkan si jago merah yang cepat merambat akibat angin kencang itu.

Kendala pemadaman api yang membakar pabrik gantungan baju dan sandal itu adalah sumber air yang cukup jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami mengerahkan 12 unit kendaraan damkar dengan 45 personil saat ini. Untuk saat ini (kendala) memang di sumber air yang memang jauh dari lokasi kebakaran, tapi tadi kita sudah melakukan penyisiran kita sementara mengandalkan dari sungai Cisadane,” jelasnya.

Maryono menyampaikan, pihaknya belum bisa memastikan terkait awal mula penyebab kebakaran itu.

BPBD Kota Tangerang akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mencari penyebab kebakaran dari tiga pabrik tersebut.

“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan terkait dengan kebakaran, mungkin nanti kami kerjasama dengan jajaran kepolisian kami investigasi terkait kebakaran ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sugeng Riyadi salah seorang petugas keamanan yang berjaga di salah satu pabrik yang terbakar tersebut menuturkan, kebakaran itu terjadi sejak sore hari, dirinya saat itu sedang berjaga di pabrik tersebut. Kemudian ia melihat kobaran api menghanguskan bangunan pabrik gantungan baju tersebut.

“Saya lagi jaga tiba-tiba api muncul dan membakar bangunan pabrik gantungan baju ini,” ucap Sugeng saat di temui di lokasi, Minggu (19/11/2021)

Menurut Sugeng, timbulnya api tersebut berasal dari konsleting listrik di sebuah pabrik sandal. Kemudian, adanya hembusan angin kencang membuat api cepat merambat ke bangunan pabrik di sebelahnya.

“Katanya sih karena korsleting listrik dari pabrik sandal,”kata Sugeng.

Kendati demikian Sugeng menyebut, jika kedua pabrik itu saat terjadi kebakaran sedang tidak ada pekerja dan tidak sedang beroperasi. (Iksan/Ivon)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *