Tahun Ini Kota Tangerang Selatan Alami Kemarau Terparah Sejak 2018

oleh -0 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan, titik wilayah yang terdampak krisis air bersih melonjak signifikan dan musim kemarau tahun ini disebut terparah dalam enam tahun terakhir.

“Iya, tahun ini yang terparah,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel, M Faridzal Gumay dalam keterangannya, Rabu (15/11/2023).

Dari hasil Hasil rekapitulasi yang tercatat, Gumay mengungkap, pada 2018 lalu kasus kekeringan di Kota Tangsel mencapai lima titik. Lalu pada tahun berikutnya pada 2019 kasus tersebut melonjak tajam menjadi 36 titik.

“Kasus kekeringan rawan terjadi di wilayah Kecamatan Setu. Dua tahun di atas ya di Setu,” ungkap Gumay.

Gumay menyebut, kemarau panjang terparah terjadi pada tahun ini tahun ini.  Pada tanggal 25 Oktober 2023 sebaran wilayah terdampak krisis air bersih mencapai 43 titik.

Jumlah tersebut diketahui bahkan meluas hingga keempat wilayah kecamatan. Bahkan meski sejumlah wilayah telah diguyur hujan skala lokal.

Sebagai informasi, kurang lebih terdapat 3.227 KK yang tersebar di 11 Kelurahan kekurangan air bersih. Untuk titik terparah berada di Kelurahan Kranggan sebanyak 17 titik.

“Kelurahan Setu 4 titik, Kranggan 17 titik, Muncul 6 titik, Jurang Mangu Barat 1 titik, Buaran 2 titik, Ciater 2 titik, Babakan 2 titik, Kademangan 5 titik, Pakualam 1 titik, Pakulonan 1 titik, dan Bakti Jaya 2 titik,” sebut Gumay.

Untuk itu, kata Gumay, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah. Sampai saat ini, pihaknya sudah memberikan bantuan air sebanyak 174.500 liter lebih.

“Armada pendistribusian sewaktu waktu dapat berubah menyesuaikan keadaan wilayah dan kondisi medan jalan,” pungkas Gumay. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.