Polres Bandara Soetta Bekuk Sindikat Penyalur PMI Ilegal

oleh -0 Dilihat
Sindikat PMI Ilegal
Tiga orang sindikat penyaluran Pekerja Migran Indonesia ilegal ditangkap pihak Reserse Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Fokuspembaca.com, Tangerang – Tiga orang sindikat penyaluran Pekerja Migran Indonesia ilegal ditangkap pihak Reserse Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Kepala satuan Reserse Kriminal Polresta Bandara Soekarno Hatta, Rezha mengatakan pihaknya menangkap 3 tersangka penipuan dengan modus Visa keberangkatan Ziarah.

“Kejadianya itu Tanggal 17 Oktober 2022, kebetulan pelapornya dari Kemenaker, Sodara Risky melapor ada 38 orang akan berangkat ke Timur Tengah, tetapi kota tujuanya tidak di ketahui,” ucapnya saat di jumpai, Jum’at (10/2/2023)

Rezha mengatakan, pada saat itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenaker, BP2MI masuk untuk menjemput 38 orang tersebut.

“Jadi saat itu menjemput 38 orang dan di bawa ke Shelter BP2MI. Yang selanjutnya di serahkan ke kita untuk di lakukan pemeriksaan awal terkait pemberangkatan PMI ilegal,” katanya

Dikethui, 3 tersangka berinisial RC (43) , ABM (46), MAB (49) mempunyai peran masing-masing untuk menjalankan aksinya.

“Jadi inisial RC berperan sebagai perekrut atau sponsor, ABM itu sebagai pengurus paspor dan MAB sebagai pengurus Visa,” jelasnya.

Kata dia, untuk bisa berangkat 3 orang tersebut meminta uang per orang dengan nominal sebesar 3.200 USD atau sekitar 48 juta rupiah.

“Jadi dana itu sebenarnya dari luar negri biasa di hitung perorang. Seharusnya itu bisa di urus perusahaan yang Prosedural kalau ini kan non-prosedural,” ujarnya.

“Jadi nanti di tampung di perusahaan pemilik Agency yang berinisial AZ, jadi ada atas nama inisial ABM itu yang mengurus paspor, tiket, dll. Kemudian ABM menyerahkan sisa uang 2.000 USD ke pelaku lain berinisial RC, dan ini baru kita ambil 1 sindikat,” sambungnya.

Lanjut Rezha, para pelaku sudah menjalankan aksinya dari tahun 2010 dan beraksi di Lebak, Karawang, dan Cianjur.

“Untuk perusahaan ada di berbagai kota di Jawa Barat, dan untuk para CPMI sekarang sudah di pulangkan,” imbuhnya.

Rezha menambahkan petugas kemudian menyita barang bukti yang disita oleh Pihak Reserse Kriminal Bandara Soekarno Hatta.

“Tiga unit telepon genggam, tiga buah buku tabungan, 3 kartu ATM, dan 34 buku Paspor,” tuturnya.

“Untuk pasal yang di terapkan yaitu, Pasal 81 Jo Pasal 69 dan atau Pasal 83 Jo undang undang No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia. Ancaman Hukuman paling lama 10 Tahun dan denda sebesar 15 Milyar Rupiah,” tuntasnya. (Iksan/Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.