Sindikat Internasional Jual Video Porno Anak Dibawah Umur dan Raih Ratusan Juta

oleh -36 Dilihat

Fokuspembaca.com, Kota Tangerang – Lima sidikat pelaku pembuat sekaligus penyebar video porno anak di bawah umur berhasil ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Pelaku mengaku, sudah ribuan video porno yang dijual mereka dengan hasil capai ratusan jura rupiah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ronald F.C Sipayung dalam konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (24/2/2024).

“Sudah ratusan juta, jadi untuk diluar negeri saja dijual seharga 100 USD atau dirupiahkan Rp 1,5 juta dan untuk di Indonesia sendiri dia (para peaku) jual sampai harga Rp 300 ribu. Jadi kalau kita hitung ada ribuan konten, maka yang sudah di dapatkan pelal sudah ratusan juta, ” ungkap Ronald.

Ada lima orang pelaku yang telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian yakni MA, AH, KR, NZ dan HS.

Para pelaku ini mencari korban sebagai objek dalam video pornografi itu. Kemudian, mereka merekam dan memotret saat tindakan hubungan seksual itu dilakukan oleh pelaku lainnya.

Salah satu pelaku yakni HS mengaku telah melakukan tindakan bejadnya itu terhadap 8 orang anak di bawah umur. Ia melakukan tindakan tidak senonohnya itu di berbagai tempat, mulai dari kamar korban sampai menyewa hotel.

“Iya di tempat berbeda-beda ada yang di hotel ada juga yang dirumahnya, pelaku juga sudah melakukan aksinya mulai dari sepanjang tahun 2022, dan kami baru menerima informasi ini pada bulan Agustus 2023 lalu, ” ujarnya.

Dari keterangan pelaku, Ronald mengungkap, peran para pelaku hampir semua melakukan adegan atau hubungan seks kepada korban-korbanya.

Lalu, saat para pelaku melakukan perbuatan seks tesebut kemudian direkam, hasil rekaman tersebut kemudian dijual kepada pihak lain. Tak hanya itu, pelaku juga turut menawarkan korban ke orang lain untuk melakukan hubungan seks.

“Pelaku HS adalah orang yang pertama kali mencari para korban untuk kemudian melakukan aktivitas yang berkaitan dengan vidio porno dan selanjutnya menawarkan atau menjajakan kepada pelaku pelaku lainya untuk dipergunakan sebagai objek melakukan aktivasi seksual,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, kepada lima orang pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal berlapis tentang tindak pidana perdagangan orang, pornografi, mengakses informasi elektronik yang memiliki muatan dokumen kesusilaan dan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara, ” sebut Ronald. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *