Sepanjang 2023, Kasus Tawuran di Tangerang Meningkat 36 Persen 

oleh -33 Dilihat

 

Tangerang, Fokuspembaca.com – Sepanjang 2023 kasus tawuran di wilayah Hukum Polres Metro Tangerang Kota meningkat 36 persen. Polisi menyebutkan salah satu faktor penyebab tawuran akibat kurangnya pengawasan pihak orang tua.

 

“Kejadian tawuran ini ada kenaikan 36 persen. Di tahun 2022 ada 14 kasus, dan di tahun 2023 menjadi 19 kasus,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam jumpa pers rilis akhir tahun, Jumat (29/12/2023).

 

Ia mengatakan untuk korban meninggal dunia akibat tawuran terjadi penurunan dari 5 menjadi 4 korban. Sedangkan untuk korban luka-luka dari 8 naik menjadi 19 korban.

 

“Namun untuk antisipasi terjadinya tawuran yang kita bisa cegah itu ada kenaikan sampai 65 persen, dari 46 menjadi 76 persen tahun 2023,” klaim Zain.

 

“Kemudian dari pelaku yang diamankan di tahun 2023 itu ada 86 yang kita lakukan proses hukumnya yang kita berkas dan kita kirim ke pengadilan,” imbuhnya.

 

Zain mengatakan ada empat faktor penyebab terjadinya tawuran kelompok remaja. Satu diantaranya adalah minimnya pengawasan orang tua.

 

“Ada empat hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap keberadaan kanak-kanaknya.

Banyak anak-anak yang keluar pada saat jam yang seharusnya untuk menjadi pengawasan orang tua karena kejadian tawuran ini sering terjadi pada pukul 00.00 – 05.00 WIB,” kata Zain.

 

Kemudian yang kedua adalah pengawasan penggunaan media sosial.

Menurut Zain, anak-anak sekarang umumnya sudah memegang handphone, iPad, laptop, PC, sehingga mereka bisa mengakses media sosial kapanpun dan tanpa ada pembatasan orang tua.

 

“Ini tentunya perlu dilakukan pembatasan orang tua karena banyak kejadian tawuran itu sudah live Instagram dan mencari lawan pun melalui media sosial,” tuturnya.

 

Selain itu, Zain menilai kegiatan positif di lingkungan saat ini sangat jauh menurun, seperti kegiatan olahraga, kegiatan keagamaan maupun kegiatan-kegiatan kepemudaan.

 

“Kemudian yang keempat adalah pengaruh lingkungan tempat tinggal, dan lingkungan sekolah, ini juga cukup besar yang menyebabkan terjadinya tawuran tersebut,” tandas Kombes Zain. (Suandi Tagor/Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *