Seorang Pria Ngaku TNI Tipu Warung Sembako dan Bawa Kabur 5 Tabung Gas 3 Kg di Ciputat Tangsel

oleh -23 Dilihat
Uji Coba Pembatasan Gas Elpiji 3 di Cipondoh
Ilustrasi Gas Elpiji

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Seorang pria tak dikenal mengaku anggota TNI membawa kabur 5 tabung gas melon 3 kilogram milik pedagang warung sembako di Jalan Citanduy, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Muhammad Endin M (32) selaku karyawan do toko tersebut mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (17/1/2024).

Sebelum kabur, kata Endin, pelaku sempat mengatakan kepada dirinya bahwa pelaku merupakan seorang TNI yang bertugas di Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Pusnerbad) di Pondok Cabe, Tangsel.

Saat itu, pelaku mendatangi lokasi tempatnya bekerja meminta untuk dibawakan sebanyak 18 tabung gas berukuran 3 kilogram untuk di bawa ke lokasi Pusnerbad.

Mengetahui bahwa pelaku merupakan seorang anggota TNI yang didukung dengan postur tubuh pelaku yang tegap, korban pun lantas percaya.

“Itu saya lagi di dalam tiba-tiba ada orang dateng minta tabung gas 18 (tabung), kebetulan di sini adanya 10 yaudah orang itu maksa buat dibawa aja besok dikirim 8 lagi, ” ujarnya saat di jumpai di lokasi kejadian, Kamis (18/1/2024).

Endin yang saat itu percaya bahwa pelaku merupakan seorang anggota TNI kemudian membawa 10 tabung gas itu ke lokasi pengiriman. Endin mengantar tabung gas itu dengan mobil pemilik toko, beriringan dengan pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Namun ditengah perjalanannya, Endin secara tiba-tiba diberhentikan oleh pelaku. Pelaku meminta agar beberapa tabung gas tersebut dipindahkan kemotornya saja.

“Setelah itu saya antar, sebelum ngantar dia berenti dulu muter balik minta rokok sama bos saya (sebungkus) jalan lagi dah. Udah sampai depan UT (Universitas Terbuka) saya di berhentikan katanya ditelpon sama komandan suruh bawa gas itu mau dipake buru-buru,” ucapnya.

Kemudian, korban yang menuruti omongan pelaku lalu memindahkan sebanyak 5 tabung gas tersebut ke motor yang dikendarai pelaku.

Pelaku pun lalu menyuruh korban untuk menunggu di sebuah kantin di lokasi pusnerbad tersebut untuk proses pembayaran.

“Saya susun tuh gas dimotor dia (pelaku), lalu dari situ dia ngomong ‘nanti di sana ketemu provos bilang aja mau antar tabung gas, nanti ada yang jemput pake mobil fortune’. Nah di situ saya disuruh provos letakkan (tabung gas) di kantin. Saya tunggu di situ sampai 1 jam kagak datang-datang, ” katanya.

Dengan kejadian itu, korban pun menaruh curiga telah ditipu oleh pria tak dikenal itu. Akhirnya mereka pun berinisiatif untuk menanyakan keberadaan pria tersebut kepada petugas di lokasi Pusnerbad. Mereka menanyakan apakah benar bahwa pria yang telah datang ke toko mereka dan meminta tabung gas itu adalah salah satu anggota TNI yang bertugas di sana.

“Enggak ada yang kenal bukan anggota (disitu), komandannya disana juga bilang katanya bukan anggotanya,’kalo ada anggota saya yang keluar dari area Pusnerbad itu harus pake seragam, kalau ga pake seragam itu bukan anggota kita’. Dari situ saya balik lah konfirmasi sama bos saya bahwa saya ditipu, ” tuturnya.

Korban pun menyebutkan bahwa, pelaku yang datang itu berperawakan wajah tegas, tubuh tegap tanpa mengenakan seragam tugas, dan potongan rambutnya cepak.

“Potongan rambutnya cepak, dari logatnya udah kaya TNI makanya disitu percaya, ” imbuhnya.

Kendati demikian, adanya peristiwa tersebut memiliki warung maupun korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Kalau dia datang kesini minta maap saya maapin, tapi kalau sampe 2×24 jam dia ga dateng baru bawa ke ranah hukum, ” pungkasnya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *