Selundupkan BBL Ilegal Bernilai 9,8 M, 2 Wanita Diamankan Petugas Bea Cukai Soetta

oleh
Pengungkapan penyelundupan benih bening lobster oleh Bea dan Cukai Bandara Soetta. (Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com, Tangerang – Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan ribu benih bening lobster (BBL) senilai Rp9,8 miliar.

Penyeludupan dilakukan oleh dua orang wanita berinisal SS (26) dan RF (25) yang merupakan seorang penumpang tujuan Singapura.

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soetta Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, pengungkapan ini berawal dari adanya informasi bahwa akan ada pengiriman atau ekspor benih bening lobster tujuan luar negeri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, bahwa pengiriman benih lobster tersebut dilakukan secara ilegal,” ujar Gatot di Bandara Internasional Soetta, Senin 24 Juni 2024.

Untuk mengelabuhi petugas, kedua pelaku menyembunyikan 78.750 benih lobster jenis pasir dan mutiara tersebut kedalam 70 kantung plastik yang sudah dimodufikasi mengunakan almuniumpil dan dibawa menggunakan koper.

“Pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan penyelundupan benih bening lobster. Pelaku mendapat imbalan Rp3 juta, jika berhasil,” ungkapnya.

Gatot menambahkan, benih lobster merupakan komoditas yang dibatasi ekspornya dan memerlukan izin sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

“Pembatasan ekspor terhadap benih lobster dilakukan guna mendorong budidaya lobster dalam negeri dan meningkatkan ekspor lobster untuk ukuran konsumsi, juga untuk mencegah eksploitasi dan menjaga kelestarian lobster di habitatnya,” jelasnya.

Pelaku SS dan RF sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran tindak pidana kepabeanan Pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp5 Miliar.

Sementara itu, untuk barang bukti berupa 78.750 ekor telah dilepasliarkan bersama Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Banten di Pantai Carita, Pandeglang, yang sebelumnya disisihkan sebagai barang bukti.

“Bea Cukai Soekarno-Hatta senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang baik antarlembaga/instansi terkait untuk menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia guna meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.