Satpol PP Terjunkan Alat Berat Bongkar PKL Pasar Sipon Cipondoh

oleh -4 Dilihat

Fokuspbaca.com, Tangerang – Petugas gabung terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri tertibkan paksa puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Sipon Cipondoh, Kota Tangerang. Pedagang di lokasi itu pun hanya bisa pasrah.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi menjelaskan penertiban pedagang kaki lima di pasar tersebut karena melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 8 tahun 2018 tentang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Hari ini Pemkot Tangerang sedang melakukan operasi penertiban atau penegakan Perda, terkait larangan adanya masyarakat yang berjualan di bahu jalan maupun trotoar,” ujar Kasatpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi, Rabu (22/2/2023).

“Dan kali ini kita fokus melakuka penertiban di Pasar Sipon, Cipondoh, Kota tangerang,” sambungnya.

Wawan menuturkan, setelah dilakukan penertiban lokasi tersebut nantinya akan dikembalikan sebagaimana mestinya untuk aksesibilitas jalan kendaraan.

“Ini akan kita kembalikan fungsinya sebagai aksebeilitas jalan kendaraan,” ucapnya.

Lanjut Wawan, para pedagang yang terdampak penertiban akan di relokasi, dan pemerintah sudah menyiapkan lahan untuk keberlangsungan mereka berjualan.

“Dari pihak kecamatan sudah mengalokasikan, ada sebuah lahan yang sudah disepakati untuk menjadi tempat berjualan bagi mereka yang berjualan di bahu jalan ini. Lokasinya ada di deket kawasan Sipon juga,” jelasnya.

Sementara pedagang kaki lima Suparto, hanya bisa pasrah. Meski demikian, sejatinya dirinya keberatan karena sudah berjualan di tempat tersebut sudah selama empat tahun.

“Sebetulnya saya keberatan, tapi gimana lagi, mungkin emang begitu prosedurnya, mau gimana lagi, masa kita mau lawan pemerintah,” ucap Suparto dengan raut wajah sedih.

“Ya mau nggak mau diikutin aja apa kata pemerintah, saya rakyat kecil nggak bisa lawan pemerintah, yang penting saya bisa cari makan,” sambung dia.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Uday. Dia mengaku bingung setelah lapaknya diterbitkan petugas.

“Ya kalau udh begini, ya gimana ya, lapak di dalam mahal, jualan di luar malah di obrak abrik, udah keluar banyak ini modal, bingung juga gimana lagi,” sebutnya. (Iksan/Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.