Pelaku Calo Penerimaan Pegawai Honorer di Pemkot Tangsel Menyerahkan Diri ke Polisi

oleh -0 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Salah seorang pelaku calo penerimaan pegawai honorer di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyerahkan diri ke Polsek Pondok Aren. Pelaku tersebut berinisial H.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, H merupakan terduga komplotan jaringan calo penerimaan pegawai honoer dari tersangka utama HW (49) yang telah ditangkap beberapa waktu lalu.

HW sendiri merupakan oknum PNS atau ASN Badan Kesbangpolinmas Kota Tangerang Selatan. Ia disinyalit telah bekerjasama dengan oknum pegawai di Bapenda Kota Serang dan oknum Trantib Kecamatan Cipondoh dalam kasus penipuan penerimaan pegawai pemerintahan Kota Tangsel ini.

“ASN yang HW sudah, kan itu korbannya banyak. Terus yang H sudah menyerahkan diri, mengingat sudah viral di media. Dia menyerahkan diri,”  ujarnya Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (30/11/2023).

Selain pelaku H, ternyata rupanya terdapat seorang honorer lainnya yang juga diduga merupakan sindikat dari penipuan dan penggelapan ini yakni berinisial S yang merupakan seorang tenaga honorer trantib yang bertugas di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

“Dan yang S (pelaku calo lainnya), yang S itu habis operasi tapi kita sudah samperin ke rumah nya. Nanti setelah dia sudah sembuh baru,” kata dia.

“Jadi peran masing masing orang ini ada, si H misal perannya menjanjikan sesuatu agar bisa lolos, terus misal S ini mengatakan ada peluang di sini. Intinya zonk semua,” sambungnya.

Kata Bambang korban penipuan dan penggelapan Hendra Wijaya sangatlah banyak. Namun, kata dia, di Mapolsek Pondok Aren terdapat dua laporan polisi (LP).

“Dari si HW, disini ada dua LP,” katanya.

HW telah ditetapkan sebagai tersangka atas kaus penipuan Calo Pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel. Dari hasil penipuan itu diketahui dia bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

HW saat itu dilaporkan oleh korban yakni HA (63) warga Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren. Peristiwa penipuan yang di alami oleh HA terjadi pada Senin, 4 April 2022 lalu.

Bambang menceritakan, jika saat itu Hw Menawarkan anak korban untuk bekerja di Kantor Samsat dengan syarat harus membayar sebesar Rp150 juta. Namun korban hanya menyanggupi sebesar Rp125 juta dan kemudian dibayarkan secara cash atau tunai dengan bukti kuitansi.

Atas dugaan penipuan ini kemudian melapor ke Polsek Pondok Aren pada 25 Juli 2023 dengan perkara dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 juncto Pasal 372 KUHP.

“Kasus ini menjadi atensi karena tersangka pelaku sebagai pegawai pemerintahan melakukan tindak kejahatan penipuan penggelapan,” jelas Bambang. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.