Oknum Calo Pegawai Disdukcapil dan Satpol PP Tangsel Diperiksa, Pelaku Janji Kembalikan Uang Korban

oleh -5 Dilihat

Fokuspembaca.com ,Tangerang Selatan – Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah selesai melakukan pemeriksaan kepada oknum calo pegawai di instansi pemerintah daerah yang berujung penipuan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

Benyamin mengatakan, jika nantinya oknum tersebut akan kembali lagi disidangkan untuk menentukan sanksi yang telah diberikan.

Dalam kesempatan ini, Benyamin menyampaikan beberapa hal, yakni oknum tersebut bersedia mengembalikan uang kepada korban calo pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan itu.

“Jadi intinya dua hal tersebut baik yang Disdukcapil atau Satpol PP. Dua-duanya merupakan pungutan liar atau di Satpol PP intinya sudah diperiksa sama Inspektorat,” ujar Benyamin, Jumat (10/11/2023).

“Yang kedua ada kesanggupan dari pihak pelaku untuk mengembalikan uang kepada korban. Tapi dengan catatan tetap sanksinya itu kami akan kenakan sanksi administrasi. Seperti aturan yang berlaku,” sambung Benyamin.

Benyamin menyebut, jika nanti akan ada sidang yang dilakukan oleh badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan dalam waktu dekat.

“Nanti ada sidang Baperjakat, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Setelah berita acara dari Inspektorat sudah diselesaikan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum dari Satpol PP Tangerang Selatan Azis telah melakukan penipuan kepada Nadia Nuke sebesar r6 juta. Diketahui, uang yang diberikan tersebut dalam bentuk pelicin agar bisa menjadi pegawai Satpol PP.

Tidak hanya itu saja, ada juga kasus serupa di dalam Disdukcapil Tangsel dengan oknum ASN Hendra Wijaya dan juga Gaston.

Kedua orang itu diduga telah memperdaya korbannya dengan menjanjikan bisa dapat bekerja di dinas tersebut setelah menyetorkan sejumlah uang.

Salah satu orang yang sempat tertipu ialah Alvin, pemuda 26 tahun asal Pondok Aren yang menjadi korban dan menyetorkan uang hingga 25 juta dari 40 juta yang diminta.

Hendra pun telah dilaporkan beberapa korbannya di Polsek Pondok Aren. Namun hingga saat ini kasus tersebut belum juga menemui titik terang. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *