Musim Kemarau Panjang, Wali Kota Tangsel Minta Jangan Banyak di Luar Ruangan dan Perbanyak Minum

oleh -3 Dilihat

 

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie telah mengeluarkan surat edaran untuk masyarakat dalam mengantisipasi kemarau panjang akibat dampak fenomena El-Nino. Salah satu langkah yang dianjurkan ialah

“Antisipasi musim kemarau yang masih agak panjang, saat ini saya sudah membuat surat edaran untuk perangkat daerah sampai ke lurah, mudah-mudahan bisa diteruskan kepada masyarakat,” ujar Benyamin, Jumat (13/10/2023).

Surat edaran Wali Kota Tangerang Selatan ini merupakan respon dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait adanya fenomena El-Nino yang akan menyebabkan kemarau atau kekeringan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2023.

Benyamin mengungkapkan, dari data BMKG yang diketahuinya indeks el-nino sudah memasuki level yang terbilang cukup ekstrim, sehingga sangat beresiko pada ancaman kekeringan hingga kebakaran.

Ada beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat.

Maka dari itu, Benyamin pun menghimbau juga kepada masyarakat agar selalu berada di dalam ruangan pada di jam-jam tertentu.

Sebab, kata dia, kondisi seperti ini bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi masyarakat.

“Pertama intinya jangan terlalu lama bermain atau berada di luar rumah, diusahakan pada jam-jam tertentu itu keluar menggunakan pelindung dari terik sinar matahari seperti pakaian tangan panjang, payung dan lain sebagainya,” tegas Benyamin.

Kedua, masyarakat diminta dapat memanfaatkan sumber air secara efektif dan efisien dengan menggunakan sesuai kebutuhan saja.

“Kemudian juga hemat air ya, cuci mobil penyemprotan halaman itu diukur keperluan maupun kebutuhannya, hemat air sedapat mungkin jangan ada keran air yang terus mengalir di dalam rumah” ujarnya.

Selain itu, Benyamin juga meminta agar masyarakat terus mengonsumsi air putih secara teratur.

“Saya sangat menganjurkan dalam surat tersebut banyak minum air putih, bukan es dan lain sebagainya, itu supaya kurangan cairan di dalam tubuh kita tetap bisa imbang,” katanya.

Antisipasi dampak bahaya musim kemarau panjang ini juga dapat dilakukan dengan cara menanam pohon di lingkungan sekitar.

Dengan menanam pohon, maka nantinya akan bisa memperbanyak resapan air yang berguna bagi kehidupan masyarakat.

“Saya kira aturan-aturan seperti menanam pohon juga dapat dilakukan, saya sudah minta kepada lurah dan camat,” pungkasnya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *