MPC PP Kota Tangerang Bantah Tudingan Halangi Massa ForTang Demo di Kesbangpol

oleh
Ketua MPC Pemuda Pancasial Kota Tangerang, Tono Darussalam. (Putra/Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com, Tangerang – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Tangerang membantah tudingan menghalang-halangi aksi unjuk rasa massa Aliansi Forum Aktivis Tangerang Raya (ForTang) yang terjadi di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada Rabu (5/6/2024) lalu.

Ketua MPC PP Kota Tangerang, Tono Darussalam menejelaskan, pada kegiatan aksi unjuk rasa yang digelar oleh ForTang bertepatan dengan jadwal pelaksanaan ujian di SMKN 1 Kota Tangerang yang letaknya persis didepan kantor Kesbangpol.

“Kami tidak menghalang-halangi, toh mereka juga teman-teman kita yang sama-sama mempunyai misi membangun kota Tangerang agar lebih baik lagi. Kita cuma tidak mau orasi teman-teman pergerakan dengan speker besar menggangu jalannya ujian yang sedang dilakukan oleh para siswa SMKN 1 yang sebagian besar putra dan putri dari kader Pemuda pancasila,” ujar Tono Darusallam yang akrab disapa Toda, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga:  Ogah Dipotong, Sapi Ngamuk dan Hampir Seruduk Bocah Bersepeda di Tangerang Viral di Medsos

Jika berhubungan dengan Ideologi Pancasila, lanjut Toda, pihaknya yang akan berdiri digaris paling depan untuk membelanya, namun begitu aspirasi yang disampaikan sudah seharusnya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat umum lainnya.

“Kehadiran kita memastikan aspirasi dan tuntutan dari kawan-kawan pergerakan dapat langsung didegar oleh Kepala Kesbangpol. Namun, pada pelaksanaan di lapangan kami melihat terdapat mobil komando yang tentunya dikhawatirkan mengganggu jalannya ujian yang tengah ditempuh oleh anak – anak dari kader kami,” ungkapnya.

Selain itu, lokasi kantor kesbangpol yang berada di tengah kawasan pendidikan dikhawatirkan menggangu masyarakat lainnya sehingga kadernya menyarankan kepada massa peserta aksi untuk menepikan mobil komando yang dibawa oleh peserta unjuk rasa.

“Itu jalannya kecil banget, kita arahkan untuk parkir ditempat yang lebih lega kan kita tahu sebelahnya ada kantor kementerian agama, ada pengadilan agama, ada kampus tentunya jika mobil komando diparkirkan tepat didepan kantor Kesbangpol kota Tangerang akan menghambat arus lalulintas masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Samsat Cikokol Sosialisasikan Pajak Kendaraan ke Jasa Raharja dan Cisadane Raya Chemmiical

Namun demikian, Toda menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa gesekan antara anggotanya dan peserta aksi yang sempat terjadi pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa sebelumnya.

“Jadi dalam Vidio yang beredar ada anggota kami yang sempat bersitegang dengan peserta aksi, atas hal tersebut saya atas nama Pemuda Pancasila Kota Tangerang memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kawan-kawan dari pergerakan massa peserta aksi,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Forum Aktivis Tangerang Raya (ForTang) melakukan demonstrasi di depan Kantor Badan Kesbangpol Kota Tangerang.

Aksi tersebut dilakukan atas kegagalan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dalam memaknai Hari Lahir (Harlah) Pancasila pada 1 Juni 2024.

Baca Juga:  Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,2 Ton Narkotika ke Indonesia Dalam 7 Bulan

Selain gagal dalam memaknai Harlah Pancasila, Badan Kesbangpol pun dinilai gagal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai OPD yang melakukan pembinaan terhadap masyarakat, di antaranya Organisasi Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda.

Meski dalam aksi tersebut massa demonstrasi dihadang oleh Ormas, pedemo tetap terus menyuarakan tuntutan dan berhasil menyampaikan tuntutan tersebut kepada Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang Teguh Supriyanto di depan kantornya.

Kordinator Lapangan aksi massa ForTang, Taher mengatakan pihaknya menyuarakan tuntutan atas kegagalan Kaban Kesbangpol Kota Tangerang dalam menjalankan tugas dan fungsinya, lantaran OPD tersebut dalam pelaksanaan Upacara Harlah Pancasila dinilai gagal.

“Upacara Harlah Pancasila seharusnya ramai dengan organisasi masyarakat dan Organisasi Kemasyarakat Pemuda. Tetapi yang terlihat dan hadir pada acara tersebut hanya segelintir saja,” tegas Taher menadaskan, Rabu (5/6).

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.