Makam Syekh Ki Buyut Jenggot di Tangerang Terancam Digusur

oleh -1 Dilihat

Fokuspembaca.com-Makam Syekh Ki Buyut Jenggot di Kelurahan Panunggangan Barat, Kota Tangerang terancam digusur pengembang. Ulama hingga aktivis pun siap turun tangan membela keberadaan makam yang sudah berusia ratusan tahun dan warisan situs bersejarah tersebut.

Koordinator Advokasi Situs Cagar Budaya Syekh Ki Buyut Jenggot, Tubagus Saptani mengatakan bahwa belakangan makam tersebut mulai terimbas pembangunan perumahan.

Hasil pantauan Saptani di lokasi Makam yang beralamat di Kampung Sukasari, Rt 02/08, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas itu, kini terdapat puluhan alat berat yang kapan saja bisa digunakan untuk pembongkaran makam.

“Kami bersama para ulama, aktivis, dan masyarakat setempat meminta supaya pihgak pengembang ini jangan hanya mementingkan pembangunan. Namun harusnya turut serta menjaga, merawat, dan melestarikan lokasi makam tersebut,” kata Saptani, Senin (25/7/2022).

Bahkan, Saptani menegaskan, seharusnya pihak pengembang ini mengalokasikan khusus lahan makam sebagai bagian dari Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum), serta tidak merubah apapun yang ada di dalam makam.

“Kami tegaskan kepada pihak pegembang untuk dapat menjadikan lahan itu lebih layak kunjung karena akan menjadi bagian dari kawasan Cagar Budaya Kota Tangerang, yang dalam hal ini kami mendukung penuh proses pengajuan sampai penetapannya kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Sekretaris Tim Cagar Budaya Syekh Ki Buyut Jenggot, Sanusi mengatakan, pihaknya bersama tim terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk menjadikan makam itu sebagai situs cagar budaya.

Dukungan yang datang diantaranya dari PWNU Provinsi Banten, Kenaziran Kesultanan Banten, MUI Kota Tangerang, PCNU Kota Tangerang, Pemanggku Adat Kesultanan Banten, Himpunan Mahasswa Islam, KNPI, Himpunan Mahasiswa Tangerang, Repdem Kota Tangerang, dan puluhan lembaga keagamaan serta lembaga pemuda dan aktifis lainnya di Kota Tangerang dan Banten.

“Melalui dukungan ini, kami mengajak semua pihak untuk memberikan penyadaran kepada pihak pengembang bahwa ada hak masyarakat di lahan mereka yang patut dijaga, dirawat, dan dilestarikan. Kami harap dukungan semakin luas lagi sehingga pemerintah juga dapat segera menetapkan lokasi itu sebagai cagar budaya dan religi di Kota Tangerang,” tukasnya.(Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.