Lapor ke Guru di Sekolah, Aksi Bejat Ayah Perkosa Anak Kandung di Tangsel Terbongkar

oleh -5 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Aksi bejat seorang ayah bernama MN (53) yang memperkosa anak kandungnya sendiri FN (17) terbongkar usai korban berani melapor dan mengadu kepada gurunya di sekolah.

Aksi bejat MN terhadap anaknya itu sudah dilakukan sampai 18 kali di kediaman mereka tanpa diketahui oleh istri maupun saudara korban.

Ibu korban, S (39) mengatakan, ia baru mengetahui hal itu ketika mendapatkan penjelasan dari guru bimbingan dan konseling (BK) tentang kejadian yang menimpa anaknya itu.

“Jadi awalnya saya dipanggil sama guru BK bulan September tahun ini, tapi enggak sempat datang. Pas ambil rapot aku sekalian, terus diceritain semua (tentang anaknya diperkosa MN itu), aku shock banget terus aku ditanya jalan keluar (permasalahan itu),” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/11/2023).

S merupakan seorang pedagang yang biasanya berjualan dari pukul 09.00 – 22.00 WIB. Untuk itu, ia sendiri jarang berada di rumah bahkan setelah anaknya pulang dari sekolah.

Kendati awalnya S sempat tidak mempercayai ihwal kejadian yang menimpa putrinya itu, ia pun yakin setelah melakukan pengecekan terhadap FN yang ternyata sudah mengandung bayi dengan usia kandungan 37 minggu atau 8 bulan.

“Aku sempat ngga percaya kalau dia hamil, kalau pakai baju sekolah itu engga keliatan itu biasa dan aku pernah test pack hasilnya negatif. Cuma makin kesini kok perutnya makin kencang yah. Aku tes lagi dan hasilnya positif. Setelah itu ternyata dia (anak) sudah punya rekaman. Dia sudah hamil 37 minggu,” kata dia.

Meski sudah mengetahui cerita tentang aksi bejat suaminya terhadap anak mereka sendiri itu, S tidak mau gegabah untuk mengambil tindakan.

Lantas, S mengajak anaknya itu untuk mengumpulkan bukti-bukti atas aksi bejat MN terhadap FN, supaya bisa dijadikan bahan buat laporan ke pihak berwajib.

“Aku bilang bakal cari bukti dulu, kalau sudah dapat bukti mungkin aku bakal laporin dan bakal kompromi sama keluarga,” ujarnya.

FN disuruh merekam percakapan antara sang ayah dengan dirinya sebanyak mungkin untuk jadi barang bukti yang kuat.

“Aku emang sudah bilang sama dia kalau dekat ayah suruh nyalain HP dan rekaman itu buat bukti ke kantor polisi,” jelasnya.

MN telah digelandang ke Mapolres Kota Tangerang Selatan untuk diperiksa lebih lanjut dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak pada Selasa (28/11/2023) malam.

Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Bambang Askar Sodiq mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, pelaku melakukan aksi bejadnya itu sejak korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

“Bahwa terlapor sudah melakukan kejadian tersebut dari kelas 7 sampai  korban sekarang kelas 11. Setiap melakukan pelaku selalu mengancam kepada korban dengan alasan akan membunuh ibunya. Dengan kejadian tersebut mengakibatkan korban sekarang hamil,” bebernya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.