Kutuk Aksi Kriminalisasi di Rempang, Warga Padarincang Gelar Doa Bersama 

oleh -5 Dilihat
Mengutuk aksi kriminalisasi masyarakat di Rempang, Batam, Kepulauan Riau, masyarakat yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat Padarincang Banten melakukan aksi solidaritas dengan istighosah dan doa bersama pada Minggu (24/9/2023). (fokuspembaca.com/mhd)

Fokuspembaca.com, Banten – Ratusan orang yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat Padarincang (SAPAR) mengadakan aksi solidaritas untuk masyarakat di Rempang, Kepulauan Batam. Selain itu mereka juga meminta aparat tidak melakukan aksi kriminalisasi dalam melakukan pembangunan.

Aksi damai yang digelar bersamaan dengan perayaan Hari Tani ini digelar dengan doa bersama. Mereka yang merupakan warga Padarincang, Banten mengutuk keras aksi kekerasan aparat terhadap masyarakat.

“Kita mengadakan istighosah dan doa bersama rakyat padarincang untuk warga rempang dan Lebak,” ujar Tokoh Masyarakat Sekitar Dhoif, Minggu (24/9/2023).

Kata dia, selain di Rempang di wilayah Lebak, Banten juga rencananya akan dibangun proyek gheotermal dan bendungan yang jelas mendapat penolakan dari masyarakat.

“Hal ini membuat warga Padarincang khawatir, sebab jika geothermal didirikan akan mengakibatkan banyak dampak negatif bagi warga di sekitar. Begitu juga, yang dirasakan oleh warga Padarincang, yang masih dalam pertahanan memperjuangkan hak atas ruang hidupnya yang akan dibangun PLTPB (Geothermal) oleh PT Sintesa Banten Geothermal (SBG),” kata Dhoif.

Menurutnya perusahaan tersebut sudah berupaya membangun PLTPB sejak tahun 2015 lalu. Namun selalu mendapat penolakan dari masyarakat yang mengetahui dampak buruk atas pembangunan tersebut.

“Hal ini membuat warga Padarincang terancam terhadap kelestarian alam serta tergusurnya penduduk dan gentrifikasi kedepannya mengancam wilayah pertanian produktif yang mana itu adalah mata pencaharian warga padarincang,” kata dia.

Dhoif menyebut jika pembangunan geothermal dan bendungan di Lebak terjadi disinyalir dapat mengakibatkan bencana alam hingga tenggelamnya permukiman warga di sekitar.

“Membicarakan soal gheotermal, tidak hanya terjadi di Padarincang, banyak contoh yang telah terjadi dan menimbulkan banyak kerusakan krisis iklim,” kata dia.

“Seperti kasus Dieng yang hari ini sudah bisa kita lihat dampaknya, mulai dari lahan pertanian yang tidak lagi subur bahkan mata air yang tercemar,” tambahnya.

Sementara itu Aktivis Lingkungan dari Pena Masyarakat Aeng menilai sikap agresif aparat dalam melakukan pengusiran terhadap masyarakat Rempang merupakan tindakan keji yang tidak dibenarkan.

“Perlu lah kita berdoa bersama terhadap warga rempang yang sekarang ruang hidupnya akan dirampas oleh perusahaan, karena suatu yang dilakukan di Rempang merupakan kedzaliman dan kejahatan atas kemanusiaan, maka perlulah kita bersolidaritas” tutupnya. (Mhd/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.