Jual Gorengan dan Usaha Tambal Ban, Mu’tiah Sanggup Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

oleh -0 Dilihat
Mu'tiah saat menambal ban milik seorang warga. (Iksan/Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com – Mu’tiah, seorang ibu asal Desa Cisoka, Kabupaten Tangerang berhasil menyekolahkan anak tercintanya hingg lulus menjadi seorang sarjana. Untuk menutupi biaya sekolah anaknya dirinya rela berdagang gorengan hingga menjadi tukang tambal ban.

Mu’tiah bersama sang suami Haidir berjualan dan membuka usaha tambal bannya di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang Banten.

Dengan menggunakan sepeda motor, Mu’tiah menjual gorengan berkeling kampung. Selanjutnya usai berkeliling kampung dia kemudian manghkal di Sekolah Dasar (SD) Nurul Falah.

“Saya berjualan dari pas anak saya masuk sekolah kelas 1 SD, sudah sekitar 15 tahun lah. Dari tahun 2005 sampai sekarang, kalau tidak salah,” ucapnya saat di jumpai Fokuspembaca.com, Sabtu (4/1/2023).

Mu’tiah saat berjualan gorengan keliling. (Fokuspembaca.com)

Untuk bisa menjual gorengan biasanya Mu’tiah menyiapkan dagangannya sejak pukul 03.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB pagi.

“Saya kan bukan hanya jual gorengan saja, ada nasi uduk, cilok, risol, cireng makanya dari pagi saya bangun buat nyiapin semuanya,” ujarnya.

Untuk sebuah gorengan, kata Mu’tiah, dirinya biasa membandrol 1000 hingga 2000 rupiah.

“Murah meriah aja mas, kan kita juga jual ke anak anak jadi ga usah mahal mahal, walaupun untungnya sedikit yang penting kan berkah, kita jual 1.000 aja,” katanya.

Kata dia, dari menjual gorengan dia hanya bisa mendapat 75 ribu hingga 100 ribu perharinya. Penmghasilan tersebut dia gunakan untuk menghidupi tiga orang anaknya.

“Biasanya sehari dapat 75 sampai seratus ribu. Pendapatan sih gak menentu, gak kayak orang-orang yang punya penghasilan tetap. Saya hanya jual goreng-goreng di SD dan suami juga kan kalau ada pelanggan aja baru dapet uang,” jelasnya.

Untuk menyekolahkan anaknya, lanjut Muti’ah, selain dari hasil berjualan gorengan, dirinya juga di bantu oleh suaminya Haidir (59), yang hanya bekerja sebagai tukang tambal ban.

“Ya Alhamdulillah, hasil dari perjuangan saya dan suami saya, yang hanya bekerja sebagai tukang tambal Ban saja, bisa menyekolahkan anak saya sampai kuliah hingga mendapatkan gelar Sarjana,” tuturnya.

Dirinya mengaku dari penjualannya tersebut dia bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus sarjana di universitas ternama.

“Kalau saat ini sih saya sama suami, hanya tinggal menyekolahkan anak saya yang ke-2 dan ke-3, semoga bisa mengikuti sampai ke jenjang Sarjana seperti kakanya,” tukasnya. (Iksan/MHd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.