Jelang Pemilu 2024, Harga Beras di Serpong Utara Melonjak Naik Lebih 50 Persen

oleh -13 Dilihat

 

 

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) 2024, harga beras di Serpong Utara, Tangerang Selatan naik lebih dari 50 persen.

 

Faizin, seorang penjual beras di Jalan Raya Pondok Jagung Timur, Serpong Utara mengatakan, berbagai jenis beras dari beras Bulog hingga beras premium juga ikut melonjak tinggi harganya sejak awal tahun 2024 ini.

 

“Sebelumnya itu harga (beras premium) itu Rp 10.000-Rp 13.000, sekarang Rp 17.000, ada kenaikan, ” ujar Faizin kepada fokuspembaca.com di lapak jualan miliknya, Senin (12/2/2024).

 

Sedangkan, beras Bulog yang biasanya dijual dengan harga Rp 10.000, sekarang naik Rp 5.000 per kilogram. Harga ini sangat jauh dibandingkan dengan kenaikan beras jenis Bulog pada periode awal tahun 2023 lalu.

 

“Tahun lalu itu paling mahal banget Rp 10.000 itu beras Bulog, sekarang itu sampai Rp 15.000 lebih, itu udah jauh banget naiknya, ” tuturnya.

 

Berdasarkan pengalamannya, kenaikan harga beras kali ini merupakan yang tertinggi selama dia berjualan.

 

“Udah dari awal Januari kemarin (2024) itu udah mulai naik, kenaikan sekarang menurut saya yang paling tinggi saya rasain ya, ” ucapnya.

 

Faizin mengaku, kenaikan harga beras ini kemungkinan dipicu karena suplai beras yang semakin sulit dan terus berkurang jumlahnya. Begitupun para pemasok di tempat biasa dirinya berbelanja juga kesulitan mendapatkan beras.

 

“Agak susah sekarang ini, pemasok (beras) kurang makanya lumayan sulit, ” katanya.

 

Fauzi juga menyebut beberapa faktor pemicu kenaikan harga bahan pokok utama beras ini terjadi yaitu faktor cuaca yang membuat banyak petani gagal panen, serta pesta demokrasi Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari mendatang.

 

“Lagi masa pemilu gini pasti naik harga (beras), nanti habis pemilu baru turun lagi, itupun turun ga langsung anjlok, paling turun Rp 500 doang, bertahap turun ya, ” jelasnya.

 

“Karena petani yang gagal panen juga itu sih penyebab utama makanya jadi naik drastis gini harga (beras), ” sambungnya.

 

Faizin mengaku, akibat kenaikan harga beras melambung tinggi ini, pendapatan dari penjualan beras di agen miliknya juga anjlok turun.

 

Hal ini terjadi karena masyakarat juga lebih banyak menekan konsumsi pangan mereka dan daya beli beras pun menurun.

 

“Turun pasti pendapatan, karena kan masyarakat itu yang sebelumnya beli banyak justru ada kenaikan (harga) malah turun yang dibelinya. Yang biasa beli 5 sampai 7 liter (beras) ini bisa beli hanya 3 liter doang,” ungkapnya.

 

Sementara seorang pembeli bernama Eli (43) mengatakan, kenaikan harga beras ini sangat berpengaruh bagi masyarakat seperti dirinya yang perekonomiannya berada di kalangan bawah.

 

“Kalau (harga beras) tinggi gini kita beli beras juga ngirit, apalagi buat masyarakat yang perekonomian lagi kurang baik. Ini tinggi banget naiknya harga, ” sebut Eli.

 

Oleh katena itu, Eli berharap naiknya harga beras saat ini bisa segera cepat turun.

 

“Biar cepet turun aja, jangan malah sampai naik terus sih harga beras, apalagi ini mau puasa juga kan, ” pungkasnya. (Iksan/Ivon)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *