Getaran Escavator Diduga Penyebab Tembok Turap Kali Serua Rubuh

oleh -0 Dilihat
Turab kali Serua yang longsor dan menewaskan satu orang pekerja di Kota Tangerang Selatan. (Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Tembok rubuh yang menyebabkan seorang pekerja tewas di Perumahan Villa Bintaro Regency, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan diduga dipicu oleh getaran alat berat escavator.

Kawasan tersebut diketahui dekat dengan Kali Serua yang akan dilakukan normalisasi turap. Saat ini diketahui bahwa proyek normalisasi turap Kali Serua tersebut sedang dalam pengerjaan.

Sampai hari ini, Jumat (6/10/2023), para pekerja sedang merakit besi untuk cakar ayam sebagai pondasi cor pinggir Kali Serua. Mereka pun membutuhkan alat berat escavator dalam prosesnya.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, diduga getaran alat berat tersebut yang telah membuat tembok turap pembatas kali yang berada di atas para pekerja itu rubuh dan menimpa mereka.

“Sementara kita duga disebabkan getaran dari eksavator menyebabkan tembok diatasnya runtuh yang menimpa pekerja yang ada di bawahnya,” ujar Bambang dalam keterangannya, Jumat.

Ada tiga korban luka-luka dalam insiden ini yaitu Rahmat (44), Hamzah (35), dan Zainal Arip (33). Sedangkan satu orang pekerja lainnya yakni Suherman (39) meninggal dunia setelah tertimpa tembok rubuh ini.

Pasca kejadian, keempat korban pun segera dievakuasi warga, dan di bawa ke Rumah Sakit Bakti Asih Ciledug untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Atas kejadian itu hingga kini kepolisian  Polsek Pondok Aren masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada 3 org saksi yang di tempat kejadian perkara (TKP), kami masih lakukan pemeriksaan di Polsek Pondok Aren,” jelasnya.

Rizal (40) salah satu saksi berada di lokasi kejadian mengatakan, saat itu dirinya yang sedang berada di rumah yang berada tidak jauh dari lokasi mendengar suara gemuruh sekitar pukul 10.30 WIB.

Mendengar suara yang cukup keras seketika membuat dirinya mendatangi sumber suara. Ketika didatangi, ternyata suara itu berasal dari sebuah turap disisi kali yang rubuh.

“Saya waktu di dalam rumah kedengaran gemuruh ‘kedubrak’ tembok rubuh saya buru buru keluar ternyata sudah rubuh,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, ia diberitahu oleh salah satu pekerja bahwa terdapat 4 orang yang tertimbun. Sontak dirinya dan para warga turun ke kali mencoba melakukan pertolongan.

“Kata para pekerja ada yang tertimpa, buru buru saya tolongin ada 4 korban kan ketindi material ini longsor. Satu persatu ya kita evakuasi yang 4 itu luka berat, yang meninggal satu,” ucapnya.

“Iya saya ikut evakuasi atas dasar kemanusiaan. Saya sempat nyari tangga turun. Karena mau lompat juga saya ngeri nanti saya yang celaka. Saya ngambil tangga, saya turun saya bantuin. Evakuasi lewat sana,” sambungnya.

Sesampainya di reruntuhan, warga RT 02/06 itu pun mulai mencari para pekerja yang tertimbun. Usai kejadian, garis polisi dipasang melintang di lokasi kejadian.

“Setelah begitu keliatan ada kepala, baru dia lompat buru-buru kita keluarin dari longsoran batu. Kalau masalah keurug kita gatau berapa meter, yang jelas dia tertimpa material longsor aja,” ucapnya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.