Eksekusi Lahan di Ciputat Ricuh, Warga Tolak Kosongkan Rumah Mereka

oleh -1 Dilihat

 

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Eksekusi lahan yang berlokasi di RT.002 RW 014 Kampung Gunung, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan pada Selasa (7/11/2023) diwarnai kericuhan. Puluhan orang yang menetap di lokasi itu menolak terkait pengosongan rumah.

Aksi saling dorong antara warga dan tim dari juru sita Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pun tak terelakkan.

Pasalnya, puluhan orang yang berada di lokasi itu mempertahankan rumah yang sudah ditempatinya puluhan tahun. Mereka menolak adanya eksekusi pengosongan yang dilakukan oleh petugas PN Tangerang.

Seorang warga sekitar yang berada di lokasi tersebut bernama Azis mengatakan, dirinya pasrah atas tindakan yang dilakukan oleh petugas PN Tangerang itu.

Bahkan tidak hanya dia, warga sekitar pun tidak bisa melawan atas adanya eksekusi lahan tersebut.

“Jadi gini kita itu kan melawan individu, yang namanya melawan orang yang individu tidak ada uang pasti asal gusur, ngeluarin barang,” ujar Azis saat berada di lokasi tempat eksekusi lahan, Selasa (7/11/2023).

Azis menjelaskan, jika eksekusi lahan yang dilakukan ini sama sekali tidak ada ganti rugi dari pihak terkait.

“Jadi tidak ada gati rugi, beda kalau dari pemerintah pasti ada ganti rugi,” ucapnya.

Kendati demikian, Azis bersama warga lain pun enggan mengosongkan tempat tinggalnya dan lebih memilih bertahan .

“Kita sangat terusik dengan hal ini cuma memang kita pernah dapat informasi untuk mengosongkan rumah. Kami sudah tinggal disini selama puluhan tahun jadi tidak terima dengan eksekusi lahan ini,” ungkap Azis.

Sementara itu, Burhanuddin selaku juru sita Pengadilan Negeri Tangerang menganggap adanya penolakan terkait eksekusi lahan ini sudah biasa terjadi.

Dia pun menyebut, jika tanah dengan luas 6.070 meter persegi yang akan di eksekusi oleh pihaknya memang sudah sesuai putusan.

Sebab, lahan tersebut saat ini sudah terjadi pemekaran sehingga terpecah di RT yang berbeda berbeda.

“Sekatkan ada pemekaran, waktu eksekusi lahan yang pertama benar alamatnya. Ada pemekaran pasti sih, ya gitu inikan ada pemekaran wilayah RT,” ujar Bahruddin. (Iksan/Ivon)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *