Dilema Warga Sekitaran TPA Cipeucang yang Kerap Cium Aroma Tidak Sedap

oleh -6 Dilihat
TPA Cipeucang. (Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com – Aroma tidak sedap dari sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan sangat dikeluhkan. Meskipun sudah ada upaya oleh pihak UPT Cipeucang dengan obat penghilang bau sampah, namun bau busuk sampah tak kunjung hilang.

Aroma tersebut sudah bertahun-tahun merebak ke pemukiman warga Kademangan semenjak adanya TPA. Apalagi sampah yang kini menumpuk menjadi gunung, membuat bau sampah semakin menyengat.

Pantauan fokuspembaca.com di sekitar jalan Kademangan, tercium aroma sampah yang menyengat hingga menusuk ke hidung. Bau tak sedap itu sangat tercium setelah hujan berhenti.

Siti, warga Kademangan mengatakan dirinya sudah lama mencium aroma sampah Cipeucang. Aroma tersebut mengganggu aktivitasnya yang berjualan di depan rumahnya.

“Di dalam rumah aja tercium, apalagi diluar,” ungkapnya, Jumat (24/2/2023).

Kata dia, aroma sampah merebak lantaran arah angin dari TPA Cipeucang berhembus ke wilayah Kademangan sehingga tercium oleh warga sekitar dan pengendara yang melintasi jalan Kademangan.

“Warga sini sih udah biasa, jadi udah bersahabat dengan aroma sampah,” katanya.

Dirinya berharap aroma sampah bisa segera menghilang agar warga setempat bisa menghirup udara segar dan normal kembali.

“Kalau memang tidak bisa menghilangkannya, setidaknya mengurangi aroma yang menyengat” ucapnya.

Sementara itu, Sulaiman selaku ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Kademangan menjelaskan baunya itu kerap muncul pada saat pagi, malam dan setelah hujan berhenti.

“Aromanya juga tercium jauh sampai kelurahan muncul” ungkapnya.

Menurutnya, pihak warga melalui kelurahan sudah melakukan upaya dengan mengusulkan kepada pihak UPT Cipeucang agar aroma sampah tidak terlalu tercium.

“Setelah kita usulkan, pihak TPA berupaya dengan memakai obat penghilang bau sampah,” ucapnya.

Namun meskipun sudah memakai obat penghilang bau, kata Sulaiman tidak menghilangkan bau sampah secara permanen, hilangnya hanya sementara saja.

“Jadi hilangnya itu pas disiram obatnya, tapi setelah itu baunya muncul kembali,” sebutnya.

Selain itu, tersiar kabar bahwa pihak TPA, DLH dan DPRD mengusulkan akan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak. Sudah ada kesepakatan dari pihak terkait namun terkendala lantaran bantuan yang dijanjikan tidak sesuai dengan jumlah warga yang berada di Kademangan.

“Misal satu RW itu cuma diberikan 100 KK sedangkan satu RW itu ada 7 RT, jadi satu RT cuma kebagian 12 KK doang,” jelasnya.

“Jadi ga semua warga mendapatkan bantuan itu,” tamnbahnya.

Sulaiman menambahkan, apabila penyaluran bantuan yang dijanjikan itu kita terima, akan ada gejolak di masyakarat dan pihak RT lah yang menanggung. (Hafiz/Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.