Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Rumah Seorang Warga Pondok Ranji akan Digusur Paksa

oleh -13 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang Selatan – Yudi (64) yang tinggal bersama keluarganya masih mencari keadilan atas lahan seluas 7000 meter persegi di Jalan Nusa Jaya, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Diketahui, tanah tersebut merupakan warisan almarhum orangtuanya yang kini dalam penguasaan para mafia tanah.

Didampingi dengan anaknya saat ditemui oleh fokuspembaca.com pada Selasa (21/11/2023), Yudi menceritakan, kalau keluarganya telah mendapat intimidasi dari beberapa orang yang diduga sebagai oknum mafia tanah sejak 2013 lalu.

“Saya dari tahun 2013 di intimidasi, mereka menggunakan aparat ngusir kami, ngusir paksa,” ucap Yudi di lokasi rumahnya.

Yudi menyebut bahwa seorang yang melakukan pengusiran kepada keluarganya ialah seorang bernama Leo.

Kata dia, Leo merupakan orang yang telah di suruh oleh seorang bernama Intan dan juga Iwan untuk segera mengosongkan lahan tersebut.

“Dia ini (Intan dan Iwan) yang punya uang, mereka ini kerjasama. Ini udah berapa tahun sepi baru rame lagi gara-gara sampah ini (TPA Podok Ranji),” ujarnya.

Maka dari itu, Yudi beserta keluarga yang tinggal di lahan miliknya tersebut ingin meminta hak agar tanah miliknya dibayarkan. Namun, permintaan yang di inginkan itu justru tidak dihiraukan.

“Maksud kami ini begini, kami di bayar sesuai 20 M karena ini hak kami. Tapi maunya dia ini kami di usir gitu aja, seolah-olah diusir paksa, kita diancam kalau tidak pergi ini (lahanya) digusur paksa pake mobil Dozer,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menyebut, sebelumnya, rumah miliknya yang berada tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya saat ini dulu juga pernah dibongkar paksa.

Menurut Yudi, yang melakukan hal tersebut merupakan seorang yang sama dengan yang menyuruh mengosongkan lahannya saat ini.

“Rumah saya di bawah ada 15 rumah engga dibayar, dibongkarin. Makaanya pindah ke sini, itupun harus jual motor bikin rumah disini,” paparnya.

“Kemarin juga sudah bilang sama si leo (orang suruhan ini) saya minta 20 M karena tanah kami ini luasnya 7000 meter. Andaikata ini sesuai permintaan kami dibayar saya pindah, tapi minta waktu buat kita cari tempat pindah baru,” tambah Yudi.

Dia pun berharap, lahan hak waris yang dititipkan oleh orangtuanya untuk anak dan keturunan mereka bisa dibayarkan sesuai apa yang menjadi hak miliknya.” (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *