Dicekoki Miras Oplosan, Remaja 18 Tahun Diperkosa Bergilir

oleh -8 Dilihat

Fokuspembaca.com – Diajak nongkrong dan kumpul bersama, I seorang remaja berusia 18 tahun malah dicekoki minuman keras (miras) beralkohol yang dioplos. Bahkan remaja tersebut diperkosa dan digilir.

Mucim ayah korban mengatakan, peristiwa itu terjadi pada satu bulan lalu. Ia menjelaskan, pada hari itu salah satu pelaku menjemput I di rumahnya yang berada di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk bermain. Namun, I tidak pulang sampai larut malam.

“Jadi pas malam itu anak ini tidak pulang, kita cari cari tidak ketemu akhirnya si orang tua pelaku mengantar ke rumah. Dijelaskan lah semuanya sama orang tua pelaku ini. Dan dia mengakui, karena pelaku ini juga ibunya merasa salah gitukan ya harus bertanggung jawab mengantar korban dalam keadaan tidak sadar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (31/10/2023) malam.

Mengetahui adanya hal itu, pihak keluarga korban lalu memanggil empat orang remaja tersebut. Dari mulut ke empatnya, mengakui adanya kejadian tersebut. Setelah itu, korban pun melapor ke Mapolres Metro Tangerang Kota pada 5 September 2023 lalu.

“Setelah itu kita datengin panggil semua, mereka mengakui ada kejadian itu. Akhirnya kita laporan ke polres, kita visum, setelah itu di BAP,” imbuh dia.

Dirinya mengatakan, insiden itu berlangsung di rumah paman salah satu pelaku di wilayah Ciledug, Kota Tangerang. Saat itu, rumah tersebut tengah sepi lantaran ditinggal ke luar kota oleh pemiliknya.

“Korban ini dicekoki minuman diajak keluar namanya anak perumahan jarang keluar jadi tiba-tiba diajak sama teman teman sekolah SD sudah lama ga ketemu. Jadi dijebak si, diajak minum alkohol. Nah akhirnya pingsan digilir lah akhirnya dengan pemaksaan. Sampai dibuat vidio. Itu terjadinya di lokasi perumahan,” bebernya.

“Justru diajak dipaksa untuk minum, itupun dicampur sama satu kotak tolak angin dan disitu ada saksi mata yang lihat, karena ada CCTV-nya juga kan. Pelaku ada empat orang, satu orang itu dibawah umur,” tambahnya.

Mucim menceritakan, setelah peristiwa itu terjadi, korban mengalami guncangan psikis yang cukup hebat hingga melukai diri dengan menyayat tangan menggunakan pisau.

“Keadaan korban sampai depresi, tangan sampai dipotong potong pakai silet. Kejiwaannya agak keganggu. Ampe sekarang,” jelasnya.(Ade Bagus/Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.