Celaka, Dinkes Kota Tangerang Berikan Obat Kadaluarsa Hingga Balita Muntah dan Demam

oleh -2 Dilihat

Fokuspembaca.com – Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terus digaungkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat ini diharapkan dapat memberikan kekebalan imun pada sang buah hati.

Namun siapa sangka, terdapat dampak buruk bagi anak balita setelah menerima imunisasi yang dilakukan di banyak Posyandu ini. Pasalnya, pemberian obat penurun panas yang diberikan sudah kadaluarsa.

Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Ditempat ini warga mulai resah dengan pemberian obat penurun panas dari pihak Posyandu Bunga Kenanga.

Obat dengan kotak yang sudah lusuh ini rupanya sudah kadaluarsa. Salah seorang warga Widya Kurnia seorang ibu yang anaknya menerima dosis imunisasi dengan obat penurun panas yang sudah kadaluarsa.

“Setelah disuntik kan dikasih obat nah saya tidak sadar jika obat tersebut sudah kadaluarsa. Anak saya sudah diberikan obat tersebut dua kali karena memang sempat panas,” ungkapnya saat dijumpai Fokuspembaca.com di lokasi, Rabu (10/8/2022).

Kata Widya, setelah membaca grup Whats App dirinya terkejut menerima aduan dari beberapa orangtua yang mengetahui kadaluarsa obat tersebut.

“Saya lihat obat untuk saya dan benar sudah kadaluarsa sejak tahun 2020,” sebutanya.

Sang anak, lanjut Widya, sempat mengalami gejala yang tidak seperti biasa. Dirinyapun sempat panik dan menyesalkan hal tersebut.

“Sempat muntah yang tidak biasa anak saya. Anak saya baru berusia 2 tahun setengah. Saya sangat menyesal kenapa ini bisa terjadi,” tutupnya. (Ron/Way)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.