Bocah SMK Tewas, Diduga Menjadi Korban Tabrak Lari TransJakarta

oleh -1 Dilihat
Rindani Oktaria kakak korban. (Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com – Nasib malang menimpa Agam Aryo Nugroho, pria berusia 18 tahun yang tewas usai mengalami kecelakaan lalu lintas. Dirinya diduga menjadi korban tabrak lari Bus TransJakarta dan mobil box.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan RE Martadinata, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan Banten, Rabu (1/2/2023) lalu.

Rindani Oktaria (24) kakak korban menjelaskan, awal mula peristiwa Laka Lantas terjadi menimpa sang adik saat itu Agam hendak berangkat sekolah.

“Jadi kronologinya dari awal adik saya kan sekolah di SMKN 4 Tangerang Selatan di daerah Jombang, sengaja saya berikan motor untuk dia berangkat ke sekolah, karena kan tranportasi di Tangerang Selatan itu cukup susah,” kata Rinda saat dijumpai di rumahnya, Selasa (7/1/2023).

Menurutnya, sang adik tewas usai terlibat kecelakaan dengan dua kendaraan yang diduga truk boks dan bus TransJakarta.

“Sekitar pukul 06.10 WIB terjadi kecelakaan di seberang Pizza Hut Jalan RE Martadinata. Kecelakaan ini diduga melibatkan 3 kendaraan yaitu motor Beat hitam (atas nama Saya kakaknya), Bus TransJakarta dan Truk Box (ini menurut kepolisian),” ungkapnya.

Namun demikian, kata Rinda, saat kecelakaan tersebut terjadi kendaraan yang diduga terlibat malah melarikan diri. Rinda menyebut sang adik sempat terkapar tanpa pertolongan.

“Kami sangat menyayangkan sebagai keluarga korban, kenapa 2 kendaraan ini tidak ada itikad baik untuk berhenti, dan malah meninggalkan adik saya yang terkapar di jalan,” sambungnya.

Kata dia, korban sempat dipinggirkan oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian untuk langsung di bawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciputat agar mendapatkan pertolongan.

“Yang meminggirkan juga warga, yang membawa kerumah sakit Sari Asih Ciputat juga warga, ini juga di bawa menggunakan angkot. Sedangkan angkot juga ga langsung dapet jadi warga harus teriak teriak minta tolong,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, kata dia, keluarga korban berharap pihak Kepolisian, bisa mengungkap kasus ini dengan cepat. Dirinya meminta aparat bisa segera menangkap pelaku.

“Itu kondisi motor bagian depannya hancur banget kan mas, kenapa ga berhenti gitu, apa mungkin ga keberasa kan ga mungkin,” imbuhnya.

“Untuk proses laporan keluarga belum yah, tapi kalau untuk kami kesana menanyakan progres penyidikanya sudah sampai mana itu sudah , dan mungkin rencananya besok akan saya buatkan laporan resmi,” pungkasnya. (Iksan/Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.