Berbagai Inovasi Pemkot Tangerang 10 Tahun Terakhir Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Jadi Percontohan

oleh -11 Dilihat
Tangerang Digital Festibval (Digifest) 2023 resmi digelar Pemerinta Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan berlangsung selama dua hari mulai sejak tanggal 12-13 Agustus, di Taman Elektrik, Puspem Kota Tangerang. (Fokuspembaca.com)

Fokuspembaca.com, Kota Tangerang – Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Pemerintah Kota Tangerang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadirkan puluhan inovasi di berbagai sektor yang dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat dalam kepemimpinan Arief R Wismansyah dan Sachrudin bahwa ada setidaknya enam sektor yang terus dikembangkan telah menunjang kinerja pemerintah dan masyarakat lebih baik daripada sebelumnya.

Sektor pertama adalah teknologi.

Dengan inovasi Smart City, tercatat sudah ada 47 daerah di Indonesia yang mereplikasi aplikasi milik Kota Tangerang baik itu tingkat provinsi, kabupaten, hingga berbagai kota. Di antaranya yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Belitung Timur, Kota Jayapura, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Poso.

“Smart city tak lain sebagai upaya memberikan kemudahan pelayanan dan keamanan dalam mendapatkan informasi yang efektif bagi masyarakat Kota Tangerang. Pemkot menyediakan kemudahan layanan publik berbasis teknologi yakni Aplikasi Tangerang Live dan Tangerang Ayo,” ungkap Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Indri Astuti pada Rabu (20/12/2023).

“Selain memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tangerang, namun juga berdampak luas serta membawa pengaruh besar bagi kota dan kabupaten di Indonesia,” tambahnya.

Ia pun menjelaskan, Kota Tangerang merupakan satu-satunya daerah yang memiliki aplikasi terbanyak di Indonesia, yaitu 222 aplikasi. Secara terperinci, ada 203 aplikasi web, 19 aplikasi mobile serta adanya 12 fasilitas sertifikat elektronik.

Selain itu, Kota Tangerang juga memiliki super aplikasi Tangerang LIVE sebagai Super Apps layanan publik dengan 14 layanan dan 36 menu, yang saat ini telah didownload sebanyak 1.062.235 pengguna.

“Lewat aplikasi Tangerang LIVE, pelayanan publik di Kota Tangerang hingga saat sudah dalam satu genggaman. Mulai dari dari Layanan Gawat Darurat 112, Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), Layanan Pencari Kerja, daftar harga bahan pokok di pasar dan kumpulan berita terkait Kota Tangerang,” ungkap Indri.

Kedua, sektor pendidikan.

Tercatat dalam 10 tahun perjalanan pembangunan Kota Tangerang dalam sektor pendidikan, telah memberikan wajah kemajuan yang signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Jamaluddin dari tahun 2013 hingga 2018, Pemkot Tangerang telah membangun 1.497 ruang belajar.

“Selain itu, secara fasilitas Pemkot Tangerang telah menyajikan program sekolah swasta gratis di 73 SD/MI dan 73 SMP/Mts di Kota Tangerang. Sejak tahun 2014 hingga 2023, beasiswa Tangerang Cerdas telah dirasakan oleh 102.164 siswa SD/Mi dan 53.750 siswa SMP/Mts,” ujarnya.

Pemkot Tangerang juga membangun memfasilitasi pelajar berkebutuhan khusus dengan sekolah inklusi di 13 TK, 53 SDN dan 13 SMPN. Adanya program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dimana sejak tahun 2014 hingga 2023 telah dirasakan oleh 1.419.967 siswa tingkat SD dan SMP.

Selain itu, program bantuan uang pangkal masuk SMP swasta sejak 2020 hingga 2022 diterima oleh 9.969 pelajar. Sedangkan, pada lini guru, adanya program insentif guru dan tenaga pendidik pada 115.921 guru.

“Tak sampai disitu, dalam pembangunan pendidikan, Pemkot Tangerang juga memiliki bantuan biaya pendidikan jenjang Perguruan Tinggi, program yang dilakoni sejak tahun 2014 hingga 2023 dan telah dimanfaatkan oleh 830 mahasiswa,” jelasnya.

Ketiga, sektor pembangunan.

Dari tahun 2014 hingga 2023, Pemkot Tangerang telah membedah 8.812 rumah tidak layak huni di 13 kecamatan di Kota Tangerang.

Tidak hanya itu, pemerintah juga telah membangun infrastruktur penerangan jalan sebanyak 136.331 titik, yakni 38.459 titik Tangerang Terang dan 97.872 titik Kampung Terang.

Sedangkan, pada pembangunan infrastruktur peningkatan jalan, sejak tahun 2014 hingga 2023 terlaksana pembangunan atau peningkatan 535 ruas jalan kota dengan luas 208,043 kilometer.

“Pembangunan atau peningkatan 2.640 ruas jalan lingkungan atau seluas 942,124 kilometer. Ada juga pembangunan 113 jembatan atau seluas 1.437,1 meter, serta pembebasan lahan insfrastruktur seluas 7,06 hektare,” paparnya.

Sementara itu, pada infrastruktur pengendalian banjir, kata Yeti sejak tahun 2014 hingga 2023 Pemkot Tangerang telah membangun 443 turap, 2.318 drainase, 27 embung dan 169 pusat pengendali banjir.

“Pemkot Tangerang juga melakukan normalisasi pada 11 embung, 13 lokasi sungai dengan luas 60 kilometer. Serta, dilakukannya pemeliharaan pada 892 saluran drainase, 199 unit pintu air, 95 pompa bajir hingga rehabilitasi turap sungai di 160 lokasi,” jelasnya.

“Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir ini telah mengurangi titik banjir di Kota Tangerang, dari 352 titik banjir atau genangan menjadi tinggal 123 titik atau telah tertangani 229 titik banjir,” tambahnya.

Keempat, honor guru ngaji.

Data terkini tahun 2023 ada 6.903 marbot, guru ngaji dan amil jenazah yang menerima dana insentif Pemkot Tangerang melalui anggaran kecamatan, sebesar Rp383.140 per bulan dan per penerima atau Rp1.149.420 per tiga bulannya.

“Data tahun 2013 silam jumlah penerimanya ialah 4.960 marbot, guru ngaji dan amil jenazah. Sedangkan besaran pada 2013 lalu itu Rp150 ribu untuk marbot, Rp200 ribu untuk guru ngaji dan Rp150 ribu untuk amil jenazah. Saat ini, semua rata dengan nominal yang naik dua kali lipat,” imbuhnya.

Kelima, pembangunan gedung Graha Santri 2210.

Kini, para kyai, santri, dan seluruh pengajar pesantren di Kota Tangerang memiliki satu gedung yang menjadi pusat keilmuan Islam di Kota Tangerang. Gedung tersebut bernama Graha Santri 2210, yang berhasil dibangun oleh Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin.

“Para pemuda di Kota Tangerang punya Gedung Pemuda untuk menyalurkan berbagai kegiatan positifnya, para seniman dan pegiat budaya punya Gedung Seni dan Budaya untuk mengekspresikan kreativitasnya. Insyaallah, nanti para santri akan punya Grha Santri 2210 sebagai pusat pengembangan ilmu dan wawasan keislaman di Kota Tangerang,” ungkapnya.

Graha Santri 2210, akan memiliki berbagai fasilitas untuk meningkatkan berbagai potensi bagi para santri dan juga pengajarnya. Di antaranya, akan ada laboratorium bahasa dan juga perpustakaan digital yang dapat diakses selama berkegiatan di Grha Santri 2210.

Keenam, sektor ketenagakerjaan.

Sejak September 2020, virtual job fair yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mampu menyerap tenaga kerja 19.599 orang dengan rincian 18.264 orang merupakan warga Kota Tangerang dan 1.335 orang warga luar Kota Tangerang.

Tentunya ini membuktikan bahwa warga Kota Tangerang telah banyak merasakan manfaat dari adanya virtual job fair ini. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.