Atlet Wushu dan Pencak Silat Torehkan Runner Up ASEAN University Games

oleh -0 Dilihat

Fokuspembaca.com – Sejumlah atlet kontingen Indonesia dari ajang ASEAN University Games (AUG) tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.

Para atlet yang juga mahasiswa itu berasal dari cabang olahraga (cabor) Wushu dan Pencak Silat. Kedua rombongan cabor ini merupakan kloter terakhir yang tiba di Indonesia dari Thailand dengan membawa pulang medali dan meraih posisi runner up.

Tim Wushu Indonesia mengemas total 18 medali dengan rincian 4 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Lalu, Tim Pencak Silat Indonesia memperoleh total 10 medali dengan rincian 5 medali emas, 4 medali perak, dan 6 medali perunggu. Masing-masing meraih posisi runner up di ajang AUG.

Seluruh atlet merasa bangga namun tidak berpuas diri. Para atlet, pelatih, dan manajer terlihat antusias dalam penyambutan yang dilakukan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hal itu disampaikan oleh Edgar Xavier Marvelo (Universitas Bhayangkara Jaya) yang memperoleh 2 medali emas, 1 medali perak pada cabor Wushu.

“Pasti kita masih ada beberapa event lagi kedepannya. Kita akan terus berlatih untuk memperoleh prestasi yang lebih baik lagi. Terima kasih,” ucap Edgar.

Begitu juga dengan Deslya Anggraini (Politeknik Negeri Jakarta) dari cabor Pencak Silat yang memperoleh medali emas. Mahasiswi ini ikut bangga bisa mewakili Indonesia di AUG.

“Kedepannya bisa terus berpartisipasi untuk menyumbangkan medali-medali emas berikutnya untuk tim Indonesia. Semoga kedepannya terus diberikan kesempatan untuk mewakili dan mengibarkan bendera Indonesia di ajang dunia,” jelas Deslya.

Selain itu Paksi Ghifari Nurgana (Universitas Padjajaran) atlet Pencak Silat peraih medali emas ini saat bertanding sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cidera saat pertandingan melawan tuan rumah Thailand. Selain dia atlet Pencak Silat lainnya Aditya Binsar mengalami cidera lutut sehingga harus menggunakan alat bantu tongkat.

“Alhamdullilah lega sekali, meskipun saya sempat di bawa ke rumah sakit karena membutuhkan oksigen. Ini menjadi motivasi saya untuk lebih baik lagi dan terus ada peningkatan,” tambah Paksi.

Untuk diketahui secara keseluruhan, Indonesia memperoleh total 119 medali dengan 43 medali emas, 38 perak, 38 perunggu dari 10 cabang olahraga yang disertakan. Indonesia menempati peringkat ke-3 klasemen akhir ASEAN University Games Thailand 2022.

“Pencapaian yang luar biasa. Semua kontingen Indonesia telah kembali ke Indonesia Saya ucapkan selamat kepada seluruh atlet cabor Wushu dan Pencak Silat yang telah memperoleh Runner Up dan juga kepada seluruh atlet Indonesia dalam ajang AUG. Semoga kedepannya dapat meningkatkan kemampuan diri serta dapat kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Asep Sukmayadi selaku Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek. (Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.