3 Pemuda di Tangsel Viral Bawa Sajam Diciduk Polisi

oleh
Ketiga pemuda yang diamankan polisi setelah videonya viral membawa senjata tajam. (Fokuspembaca.com/Istimewa)

Fokuspembaca.com, Tangerang – Kepolisian Sektor Cisauk meringkus tiga pemuda yang viral membawa senjata tajam (sajam) diduga hendak melakukan penyerangan terhadap warga.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Juli 2024, sekira pukul 01.30 WIB di depan Perumahan Serpong Lagon, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketiga pemuda yang ditetapkan tersangka itu berinisial CFI alias Fatur (21), DAF (22) dan AAS (20), asal Kecamatan Setu, Kota Tangsel. Pelaku diciduk empat hari setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Baca Juga:  Sungai Cisadane Meluap, Perumahan Pesona Serpong Tangsel Terendam Banjir

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, sekelompok remaja itu konvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa sajam dan senjata pemukul, untuk menyerang pemuda daerah Keranggan.

“Pada hari Sabtu tanggal 06 Juli 2024 , antara jam 03.00 hingga jam 05.30 WIB, tim opsnal dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Hambali berhasil mengamankan para pelaku ditempat berbeda,” jelas Dhady melalui keterangan tertulis yang diterima Fokuspembaca.com, Minggu 7 Juli 2024 malam.

Baca Juga:  BPBD Tangsel Temukan Satu Korban Terseret Arus di Pamulang Dalam Keadaan Meninggal Dunia

Dhady menambahkan, kejadian tersebut direkam oleh kelompok pemuda tersebut dan akhirnya viral di medsos TikTok. Setelah melihat TikTok tersebut tim opsnal Polsek Cisauk melakukan penyelidikan.

“Pada tersangka saat ditangkap masing-masing kedapatan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, parang, bambu berpaku dan satu buah sweater warna hitam bertuliskan Metalica, sesuai dengan video viral di TikTok tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Pelecahan Seksual Terhadap Balita Yang Viral di Medsos

Lebih jauh Dhady mengatakan, dalam pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya, dengan alasan melakukan serangan balik, karena dua hari sebelumnya pemuda Kranggan telah menyerang Kademangan HK, hingga merusak warung dan sepeda motor.

“Tindak pidana kedapatan membawa, memiliki, menguasai, menyimpan senjata tajam atau senjata pemukul tanpa hak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.