3 Pelaku Penggelapan dan Penipuan Mobil Rental di Tangerang Diringkus Polisi

oleh -31 Dilihat

Fokuspembaca.com, Tangerang – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang berhasil menangkap tiga pelaku yang diduga telah melakukan penggelapan dan penipuan kendaraan roda empat yang disewakan.

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Muljiono mengatakan, para pelaku yang berhasil ditangkap adalah EW (38) warga asal Kota Tangerang, EK (43) dan NA (40) yaitu warga Kabupaten Tangerang.

 

“Ketiga pelaku ini perannya berbeda-beda,  EW berperan sebagai penyewa dan juga tersangka utama .  Kemudian bekerja sama dengan EK dan NA, ” ujar Baktiar kepada wartawan Jumat, (5/1/2024).

 

Dia menjelaskan, penangkapan tersebut bermula saat seorang warga berinisial AH pada 24 November 2023 lalu mengaku telah menjadi korban penggelapan dan penipuan uang.

 

Atas laporan tersebut, pihak jajaran Polsek Pasar Kemis langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan EW, EK dan NA sebagai terduga pelaku penipuan dan penggelapan dana korban tersebut.

 

Akhirnya, pihak Satreskrim Polsek Pasar Kemis pun menangkap ketiga terduga pelaku dan mengamankan barang bukti kendaraan roda empat sebanyak tujuh unit dengan satu unit jenis minibus merek Toyota New Avanza dan enam unit Pick Up.

 

“Kalau total pengungkapan sebenarnya ini ada 14 mobil, tapi barang bukti yang berhasil disita baru sebanyak tujuh unit, sisanya masih dilakukan pengejaran,” katanya.

 

Berdasarkan hasil pengakuan pelaku, aksi penipuan dan penggelapan dengan modus gadai kendaraan rental itu baru dilakukannya pertama kali. Dengan komisi hasil gadai kendaraan sebesar 10 persen dari nilai kendaraan yang digadaikan.

 

“Pelaku meyakinkan penerima gadai bahwa mobil tersebut jelas dan resmi dan hanya digadai sementara dengan kisaran Rp 25-30 juta per kendaraan,” ungkapnya.

 

Aksi penipuannya itu juga diketahui berjalan selama enam bulan dan baru diketahui pemilik mobil setelah pembayaran sewa mobil yang dibayarkan bulanan berhenti.

 

“Karena tersangka EW ini memutar uang hasil gadai untuk dibayarkan sewa ke pemilik mobil. Setelah pembayaran tersendat, pemilik mobil sadar bahwa mobilnya digadaikan ke pihak lain yang juga warga Pasar Kemis,” paparnya.

 

Pelaku EW ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Sedangkan, dua pelaku mediator yang turut serta memasarkan gadai kendaraan rental ditetapkan pasal 481 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

 

“Kenapa 481, bukan 480. Karena 480 itu kalau membantu sekali, sementara dua pelaku EK dan NA ini menggadaikan kendaraan berkali-kali,” pungkasnya. (Iksan/Ivon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *